TIK/PTD OK…! SBI Yes…!

Sekolah bertaraf internasional (SBI) adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan standar nasional pendidikan (SNP) + X. Plus X disini bukan hanya penambahan bahasa Inggris tapi bisa bermacam-macam, seperti tabel di bawah. Pada mata pelajaran TIK, plus X-nya adalah implementasi pelajaran PTD. Pendidikan Dasar Teknologi (PTD) atau Basic Technology Education (BTE) adalah suatu studi tentang teknologi yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari proses dan pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi yang diperlukan untuk dapat memecahkan masalah dan memperluas kemampuan manusia. Di era global ini, sekolah-sekolah internasional sedang menjamur khususnya di negara Asia yang tingkat pendidikannya masih di bawah negara maju. SBI pada dasarnya merupakan sekolah nasional yang sama dengan sekolah umumnya di Indonesia, SBI memadukan dan mengimplementasikan kurikulum nasional dan internasional dengan tujuan menghasilkan lulusan yang bersertifikasi internasional. Keuntungannya adalah lulusan SBI dapat melanjutkan pendidikan di Indonesia dan di luar negeri khususnya negara yang tingkat pendidikannya maju. Suatu sekolah bisa dikatakan berbasis internasional jika memenuhi 9 indikator kunci yaitu : ber-akreditasi A, kurikulum, proses pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.

Menurut (Mendiknas) Bambang Sudibyo, suatu sekolah akan dirintis menjadi sekolah internasional harus terakreditasi A secara nasional dan memiliki indikator tambahan dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yaitu organisasi negara-negara yang memiliki keunggulan di bidang pendidikan. Sekolah juga menerapkan standar kurikulum dengan tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan tambahan kurikulum X, dengan X adalah :

Satuan Pendidikan

SNP

+

X

SBI-SD

SNP

1, 2, 3

SBI-SMP

SNP

1, 2, 3

SBI-SMA

SNP

1, 2, 3, 4

SBI-SMK

SNP

1, 2, 3, 4

Keterangan:     1. Penguatan, pendalaman, pengayaan, perluasan dan/atau penambahan SNP

2. ICT (Information Communication Technology)

3 = Bahasa Asing (Inggris, Cina, Jepang, Arab, Perancis, Jerman, dsb.)

4 = Budaya lintas bangsa

Tidak seperti bidang studi lainnya, faktor X pada mata pelajaran TIK adalah integrasi pelajaran PTD. Hakikat dari pelajaran Pendidikan Dasar Teknologi (PTD) atau Basic Technology Education (BTE) adalah suatu studi tentang teknologi yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari proses dan pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi yang diperlukan untuk dapat memecahkan masalah dan memperluas kemampuan manusia (Internasional of Technology Education Association, 2001). Kompetensi-kompetensi seperti mampu memecahkan masalah, mampu berpikir alternatif dan mampu mengevaluasi sendiri hasil pekerjaannya, dapat dikembangkan melalui BTE. Artinya BTE dapat mempersiapkan peserta didik memiliki kemampuan khusus agar dapat bekerja mandiri dalam kebersamaan serta berhasil di masa depannya. Pendidikan Teknologi Dasar bertujuan memperkenalkan dan membiasakan para siswa-siswi terhadap dunia teknologi dengan aspek-aspek penting yang memungkinkan siswa dapat :

  1. Mengembangkan berpikir kritis terhadap teknologi.
  2. Mengembangkan kemampuan berpendapat tentang teknologi dan mampu  menggambarkannya
  3. Mengidentifikasi dampak teknologi baik positif atau negatif  pada masyarakat dan lingkungan
  4. Memiliki wawasan dalam memilih profesi dalam bidang teknologi sehingga memiliki peran yang berarti di dalam masyarakat.
  5. Memiliki motivasi untuk belajar lebih lanjut tentang teknologi.
  6. Membiasakan diri bekerja sendiri dalam kebersamaan.

Dalam pendidikan teknologi dasar setiap siswa akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman terhadap tiga pilar teknologi yaitu :

  1. Penangan produk teknologi, para siswa dapat menggunakan produk teknologi secara tepat dan benar, baik berupa alat produksi maupun alat-alat ukur, sehingga memberi kesempatan kepada para siswa untuk memahami kemampuan dan minatnya dalam bidang teknologi.
  2. Pembuatan produk teknik, para siswa belajar bagaimana membuat produk teknologi atau benda kerja yang dapat berfungsi dan bermanfaat dengan cara terlibat selama proses pembuatannya dan menggunakan produk teknologi sebagai alatnya. Benda yang dibuat oleh siswa adalah benda yang dapat berfungsi karena benda yang berfungsi akan memberikan motivasi yang tinggi pada diri para siswa untuk belajar lebih lanjut. Pada bagian ini para siswa akan belajar teknologi dasar dengan metoda : pemecahan masalah dan analisa sistim.
  3. Teknologi dan masyarakat, teknologi sebagai suatu alat untuk memecahkan permasalahan manusia. Disini terdapat hubungan yang erat antara teknologi dengan ilmu pengetahuan lain di dalam masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: